Kafe sawah yang unik di malang


Sejumlah wisata tematik terus bermunculan di wilayah Malang. Salah satunya adalah Kafe Sawah yang ada di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Sesuai dengan namanya, Kafe Sawah berdiri di tengah sawah. Sebuah destinasi wisata yang memadukan keindahan alam dan kuliner lokal. Kafe Sawah mulai beroperasi 11 Oktober 2016 dan diresmikan pada 12 Maret 2017 oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

Berdiri di atas lahan milik desa (bengkok) seluas sekitar 8.000 meter persegi, kafe tersebut dikelilingi hamparan sawah yang luas dan di ujungnya terdapat pemandangan pegunungan.

Di ujung selatan terdapat Pegunungan Kelet, ujung utara terdapat Pegunungan Dorowati, ujung timur terdapat Pegunungan Lirang dan ujung barat terdapat pemandangan Gunung Kelud.

Praktis, setiap mata memandangan selalu tertuju pada sawah yang di ujungnya terdapat gundukan pegunungan.

“Awalnya warung kopi. Ternyata dengan berjalannya waktu kedatangan orang banyak. Akhirnya kami pun mengikuti permintaan wisatawan,” kata salah satu pengelola Kafe Sawah, Pujon Kidul, Ibadur Rohman saat ditemui KompasTravel, Minggu (14/5/2017).

Laki-laki yang akrab disapa Badur itu mengatakan, awal mula berdirinya destinasi wisata itu untuk tujuan pemberdayaan.

Ketika itu, sebanyak delapan orang Pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menginginkan ada kegiatan untuk anak-anak muda di desa itu.


Keinginan pengurus Pokdarwis itu lantas direspon oleh pihak desa dan diberi tempat untuk mendirikan Kafe Sawah di tanah milik desa (bengkok).

Selain itu, pemerintah desa setempat lantas mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk mewadahi pembentukan destinasi wisata tersebut.

“Sebenarnya kami inginnya teman-teman pemuda Pujon Kidul tidak kerja ke luar daerah. Juga untuk mengurangi kenakalan remaja di lingkungan ini dengan wadah kegiatan seperti ini,” katanya.

Saat ini, sudah ada 55 pemuda desa yang diberdayakan untuk bekerja di kafe tersebut. Rata- rata, para pemuda itu putus sekolah. Ada yang putus sekolah sejak Sekolah Dasar (SD) dan ada juga yang putus sekolah sejak Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Rata-rata karyawan kita usia labil dan mereka anak-anak putus sekolah,” katanya.

Selain itu, juga ada 20 tim dari kelompok tani dan kelompok peternak yang diberdayakan dengan menjadi pemandu wisata (guide). Alasannya, banyaknya kunjungan wisatawan menjadikan desa itu sebagai desa wisata.

Selain Kafe Sawah yang menjadi destinasi utama, juga terdapat wisata edukasi peternakan dan pertanian.

Menurut Badur, sejak Nopember 2016 hingga akhir April 2017, kunjungan wisatawan sudah mencapai 172.000 wisatawan. Sebanyak 60 persen wisatawan lokal Jawa Timur dan sisanya dari luar daerah. “Sisanya yang luar daerah kebanyakan dari Jakarta,” jelasnya.


Saat ini, kunjungan wisatawan per hari terus meningkat. Jika akhir pekan dan hari libur, kunjungan wisatawan mencapai 4.000 hingga 5.000 orang per hari. Sementara pada hari biasa mencapai 500 hingga 600 orang.

Untuk menu yang tersedia, ada minuman jahe dan susu yang bahannya dari hasil masyarakat lokal. Juga terdapat kopi yang bahannya diambil dari Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Untuk makanan, ada nasi jagung dan nasi ampok atau jagung yang dihaluskan.

Pratama Zulfiansyah, wisatawan asal Kota Malang mengatakan, Kafe Sawah memiliki kekhasan tersendiri karena menghadirkan pemandangan yang bagus.

“Bersih, hijau, segar, bagus banget. Di sini tidak hanya menampilkan sawah saja, tapi fasilitasnya juga baik,” katanya.

Penghargaan Kementerian Desa dan PDTT

Inovasi Pemerintah Desa Pujon Kidul mendapat penghargaan dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Desa Pujon Kidul masuk dalam 10 desa yang mendapat penghargaan dengan konsep wisata agronya.

Penghargaan itu diberikan pada Sabtu (13/5/2017) malam di Bukittinggi, Sumatera Barat dalam kegiatan Expo BUMDes 2017. “Pengelolaan yang dilakukan oleh kami mendapat penghargaan,” kata Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko.

Udi menjelaskan, penghargaan yang diterimanya karena proses pemberdayaan oleh pemerintah desa dalam memanfaatkan potensi desa.

Selain itu, penggunaan Dana Desa (DD) yang dinilai dapat mendongkrak potensi desa. “Kami punya sawah, kami manfaatkan sawah,” katanya.


Kafe Sawah yang menjadi penunjang di dapatnya penghargaan itu dikelola dibawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Sejahtera. Total, penyertaan modal yang berasal Dana Desa (DD) sudah mencapai Rp 200 juta.
Saat ini, total omzet yang didapat dari usaha BUMDes itu sudah mencapai Rp 1,175 miliar.

Saat ini, BUMDes itu bergerak di tiga unit usaha yakni unit usaha air bersih, penabungan dan wisata. “Kami juga sudah menyertakan modal Rp 90 juta untuk unit usaha pengelolaan sampah terpadu agar sampah itu menjadi uang,” kata Udi.

Komentar

Postingan Populer